PADANG EXOTRIP

pacu jawi

Pacu Jawi

Pacu Jawi : Memahami Tradisi Balapan Kerbau di Tanah Minangkabau

Pacu Jawi merupakan sebuah tradisi balapan sapi khas Minangkabau, khususnya Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Dalam tradisi ini, dua ekor sapi diikatkan dengan sebuah bambu kecil pada cangkang hidungnya. Kemudian, seorang petani atau pemilik kerbau akan berdiri di atas bambu sambil memegang ekor sapi. Balapan akan dimulai ketika kedua sapi dilepaskan dalam satu areal sawah yang berlumpur.

Pada pertandingannya, pemilik sapi harus berusaha untuk menjaga keseimbangan sambil mencoba untuk membuat sapinya berlari secepat mungkin untuk melintasi sawah yang berlumpur. Tradisi pacu jawi ini adalah sebuah acara yang sangat menuntut keterampilan serta keberanian dari para peserta yang terlibat.

Kegiatan ini hanya sebuah tradisi olahraga saja, melainkan memiliki makna sosial dan budaya bagi masyarakat Minangkabau. Acara ini diadakan dalam rangka merayakan panen sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang berlimpah.

Asal Usul Pacu Jawi

Asal mula tradisi ini diadakan oleh para petani dan masyakarakat di Kabupaten Tanah Datar dalam rangka mengisi waktu luang sesudah waktu panen. Pacu berarti lomba kecepatan dan Jawi maksudnya sapi atau lembu. Di Sumatera Barat sapi biasa disebut sebagai jawi. Kegiatan pacu jawi merupakan acara permainan tradisional anak nagari yang lahir dan berkembang di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini hanya dilakukan dan exclusive di Sumatera Barat, sehingga Atraksi Pacu Jawi ini sangat dinantikan oleh wisatawan lokal maupun wisatawan yang berasal dari mancanegara.

Tata Cara Pelaksanaan Pacu Jawi

Dalam satu masa perlombaan, jumlah jawi yang akan mengikuti pacu mencapai 50 hingga 100 ekor jawi. Pacu Jawi di ikuti oleh jawi secara berpasangan yang dikendalikan oleh seorang joki yang berpegang pada tangkai bajak. Anak joki dengan tidak memakai alas kaki ikut berlari bersama jawinya di dalam sawah yang penuh dengan lumpur dan air. Acara akan dimulai dari jam sepuluh pagi hingga selesai hingga pukul lima sore.

Manfaat pelaksanaan Alek Pacu Jawi

Pertama, sebagai wadah untuk meningkatkan harga jual jawi sehingga meningkatkan perekonomian peternak. Kemudian, sebagai media untuk meningkatkan kesehatan jawi.

Kedua, pada acara banyak bermunculan para pedagang sehingga akan meningkatkan perputaran roda ekonomi yang dapat pula meningkatkan perekonomian masyarakat. Disini masyarakat menjual berbagai makanan dan minuman khas Ranah Minang.

 Ketiga, kegiatan ini menjadi sarana sosialisasi dan hiburan bagi masyarakat yang ditunggu tunggu dikarenakan disini juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat antar nagari.

Keempat, sebagai alek tradisi masyarakat dimana akan terjadi tradisi masyarakat yang dimana akan terjadi prosesi adat sebagai aktualisasi nilai-nilai adat ditengah-tengah masyarakat.

Filosofi Pacu Jawi

Tradisi ini memiliki filosifi yang unik yaitu menggambarkan pimpinan dan rakyat biasa dapat berjalan bersama.

Filosofi tersebut berdasarkan pada kegiatan Pacu Jawi, dimana sapi yang digunakan berjumlah dua ekor.

Pemenang perlombaan ini bukan dari peserta yang tercepat melainkan peserta yang dapat berlari lurus akan mendapatkan nilai tertinggi.

Keunikan perlombaan ini tidak adanya lawan atau musuh. Konon, cara ini dilakukan supaya tidak terjadi taruhan seperti pada balapan pada umumnya.

Tertarik untuk melihat Pacu Jawi?

Hubungi team Padang Exotrip untuk mendapatkan info dan reservasi tour nya dan jangan lupa untuk follow instagram kami di pakettourpadang_exotrip

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Hubungi Kami
Verified by MonsterInsights